Hari ini langit membiru, matahari bersembunyi di balik awan. riak-riak air sungai pecah menabrak tepi. .
seekor burung terbang rendah. Hampir saja menabrak pohon kapuk yang diam sejak puluhan tahun lalu.
sorak-sorai terdengar sayup. langkah kaki Julekha melambat. seorang hawa tepat berada dihadapnya. langkahnya terhenti.
Angin menjatuhkan beberapa helai daun kapuk yang mengering.
"Alhamdulillah, berakhir sudah semua"
"Alhamdulillah"
langkah mereka melaju menuju pusat keramaian.
suara speaker mengoyak kesunyian kota.
"Alhamdulillah, selamat untuk semuanya.."
serentak setiap kepala menunduk, begitu juga pepohonan dan seisi alam, smua mengucap syukur kehadirat-Nya.
di beranda rumah tampak empat buah kursi, dan sebuah meja.
Julekha baru saja membasuh kedua telapak tangannya dengan air keran. kemudian berkumur, membasuh hidung,, hingga akhirnya membasuh kedua kakinya.
Adzan berkumandang, langit senja memerah seolah menyimpan berjuta amarah.
Wanita solehah yang baru saja mengambil wudhu membatin.
"Ya Allah yang maha pengasih, Terimakasih karena Engkau begitu mengasihiku. Terimakasih atas Kemenangan indah yang Engkau berikan pada kami. Terimakasih atas setiap cobaan yang Engkau berikan, yang membuat kami semakin mengasihi-MU. Kasihilah aku seperti Engkau mengasihi Rasulullah SAW"
...........to be continued
Jul 12, 2008
_Sang Pengasih_ ed.1.
****
rumah kayu di sebuah gang. halaman rumah tampak luas, ada dua buah pohon mangga yang sedang berbuah. rumputnya tertata rapi. seperti habis dipangkas tadi pagi.di saat senja by Sari
Labels:
Hidup,
Puisi Cinta

assalamualaikum..
ReplyDeletesalam kenal..
amateur blog walker nih..
semoga bisa membangun silaturahmi dalam tulisan...
keep writing...