>

Dec 20, 2008

“Cinta ingin membunuhmu..”

Gw punya temen, yang sering gw panggil ”Jelek”. Gw sama dia udah temenan dari semester pertama kuliah. Dari zaman2nya mabim, cupu-cupuan, sampe sekarang (yah masih cupu juga seeh.. hehe..).

Yang jelas kita berteman banget sampe sekarang. Walaupun hubungan pertemanan sering pasang surut kaya air laut, pernah berantem dan ga tegor2an,.. yah... itu hal yang wajar,.. toh kita tetep temenen like crazy.. (ya kan bro)

Si jelek ini menurut orang2, playboy, tapi menurut gw dia cwo yang setia..
Menurut orang2 dia tukang gombal, tapi menurut gw dia orang yang bijak, dan puitis.
Menurut orang2 dia tampangnya bego (masa sih..), tapi menurut gw dia smart banget..
Menurut sebagian orang dia tukang boong,.. tapi ga kok,.. dia jujur malah..
Tapi salut,.. semua orang pasti kompak bilang dia “setia kawan” banget.
Kok bisa gitu??
Ya, gw punya alasan sendiri menilai orang seperti itu. Si jelek ini, walaupun orang2 bilang dia plaboy, tapi gw tau kok dia itu cuman setia sama satu cewe.
Gw inget banget semboyan percintaannya, ”satu ga akan abis, seribu ga akan cukup”. Sadish banget kan tuh kata2. bukan sekedar kata2 doang, tapi dia udah ngebuktiin kata2nya itu.
Setau gw dia ama cewenya yang sekarang (klu masih sih,.) uda lama banget pacarannya. Salut bro....
Tapi kasian oh kasian... sekarang si jelek ini lagi sedih hatiny..
”Gw pengen bunuh dia sama keluarga2nya jelek” gitu sms yang masuk ke hp gw..
Yang gw tanggepin dengen ketawa ngakak...
”hahaha.. knp lagi jelek..”
Ternyata oh ternyata, teman ku yang setia ini telah diperlakukan tidak setia oleh pasangannya.. (Whats,...!!!! Adil banget ya dunia???...)
Hohoho.. gw kasian banget sama si jelek ini, gw pikir dan gw slalu doain klu lo berdua bisa sampe merit, ya itu doa gw... tapi yang jelas gw akan selalu doain yang terbaik buat lo bro.. always.. promise!! Ga pake boong.
Tapi bro, cinta kok pengen bunuh orang sehh.. jadi inget lagu nih, cinta ini membunuhmu.. haha.. yang gw plesetin aja buat soundtracknya lo jadi ”Cinta ingin membunuhmu”
Tapi life must go on yah.. apapun yg terjadi, kita harus tetap tegar, setegar neng Rossa..
“Tau gitu gw yang selingkuh duluan” ini bagian smsnya yang lain ke gw..
Hahahha. Lagi2 gw ngakak..
“Kirain lo setia beneran ??”
* Toeng… @$#%%&%$&^ Jedang jedung jedang jedung zzZZZ
Cerita singkat ini ga ada maksud apa2 kok,.. gw cuman pengen bilang klu gw seneng banget punya temen yang jujur n setia kawan kaya lo.. sumpah lo keren n inspired banget buat gw,.. terlepas lo punya kekurangan2 lainnya, tapi kelebihan yang lo punya bakalan jadi contoh buat gw, buat memperbaiki diri.
Thnks buat cerita2 n pengalaman hidup buat berbagi... semua bakal jadi pelajaran yang berarti.
* Kita sama2 ulat di dalam kepompong kan,.. yang berharap bisa jadi kupu2 yang indah_
Thnks y bro,..
_Uh dasar si Jelek_
“Maaf klu gw posting ini ga ijin2 dulu sama lo,.. gpp kan ya bro.. Kan gw lagi ga punya pulsa buat sms lo... hehehe”

(more....)

Nov 21, 2008

Honey and Moon

Pengen Curhat...
Huy Guys,..
dah lama banget nih blog mati surinya,.. hehehe.. mhn maaf dikarenakan ketidaksempatan saya untuk menulis disini, dan juga beberapa kesibukan lainnya (sebenernya ga penting juga sih, gpp deh biar eksis aja gitu..).

Jadi hari ini gw (biar lebih sante ah..) mau bilang klu hati gw lagi mellow banget,.. denger lagu2 yang gw post di bawah liriknya plus lagunya unge yang bareng ari lasso (bukan tali lasso) bikin hati gw teriris2 bagai sembilu (halah.. lebay mode).
Tapi. .tapi.. ga tau kenapa???!!!
ada yang tau jawabnya??
oh ya, dan lagi hari ini gw menjadi orang yang (kembali lagi) masa lalu oriented (itu kata psikolog gw bilang... HAH>>> sakit jiwa lo sar?? itu psikiater neng.. ;p )

Yaaaa .. ga tau knapa (diulang lagi) tiba2 inget smua tentang masa lalu.. its damn hurt but i miss to feel that hurt!! (ahhh.. gila...)
Jadi mau lo apa,.. eh mau kita apa sih.. (eh nanya ke siapa yah gw..)
hahahha...

Gw ngelamun aja pas lagi nyetir tadi, hampir aja nabrak.. (pelajaran 1 : Melamun di saat nyetir dapat membahayakan jiwa anda_ ya eyalah sar, nenek2 juga tau.. LOL!!)
Iya,.. tolol aja gitu, tiba2 ada motor di depan, eh.. sbenernya sih bukan tiba2 tapi emang udah ada dari kapan tau, gw aja yang ga ngeliat.. hahha.. LOL.. untung ga knapa2.. Ga sampe nabrak maksudnya..

Huhuhu..

Hari ini gw cuman mau bilang kalau gw lagi "ga jelas"

_Haha... Ga penting banget has been posted_



(more....)

Honey and the Moon

Don't know why I'm still afraid
If you weren't real I would make you up
now
I wish that I could follow through
I know that your love is true
And deep
As the sea
But right now
Everything you want is wrong,
And right now
All your dreams are waking up,
And right now
I wish I could follow you
To the shores
Of freedom,
Where no one lives.

Remember when we first met
And everything was still a bet
In love's game
You would call; I'd call you back
And then I'd leave
A message
On your answering machine

But right now
Everything is turning blue,
And right now
The sun is trying to kill the moon,
And right now
I wish I could follow you
To the shores
Of freedom,
Where no one lives

Freedom
Run away tonight
Freedom, freedom
Run away
Run away tonight.

(more....)

"Dia tak pernah tahu"

Oh Bunga tolong beritahu aku
Apa yang menganggumu
Karena aku tak mau melihatmu seperti ini

Apa ada seseorang yang datang
tuk menarik hatimu
Beritahu… beritahu dirinya
engkau milikku


Dia tak pernah tahu.. bagaimana ku menjagamu
Dia tak pernah tahu.. jatuh bangun ku mengejarmu
Tapi dia harus tahu.. ini tak akan mudah
Tapi dia harus tahu.. tak mungkin ku melepaskanmu

Oh Bungaku…






(more....)

Aug 3, 2008

Penting Untuk Apoteker (Jangan sampai salah dosis)

1 ONS BUKAN 100 GRAM tetapi 28,35 gram
PENDIDIKAN YANG MENJADI BUMERANG

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce.

Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.


SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi. Ternyata pihak Dir. Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia . Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka. acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional, yang menyatakan bahwa: 1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram? Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekuensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku di seluruh dunia? Siapa yang mau pakai?

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford , dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Bayangkan saja misal, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum! Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan.

(more....)